Nih benar-benr acara unik dari Castrol pada bulan juni 2016 , tepat 3 hari sebelum
puasa, jumat malam atau malam sabtu mengadakan acara yg heboh dengan
mengundang mekanik bike point (mekanik yg bengkelnya dikasih plang Castrol),
untuk menghadiri acara disebuah diskotik dibandung.
Saya sebagai pemilik bengkel
terkaget-kaget, apalagi ini menjelang bulan ramadhon, tetapi karena
mekanik dan karyawan toko memang mau hadir, yah say amah terserah saja, ntar
kalau dilarang terkesan saya sok suci lagi.
https://www.tokopedia.com/nusa-jaya-motor
https://www.bukalapak.com/zulhamdi905
Toko Online Nusa
Motor hadir DI
https://www.bukalapak.com/holidshttps://www.tokopedia.com/nusa-jaya-motor
https://www.bukalapak.com/zulhamdi905
Semua mekanik nusa dan pegawai toko berangkat, duh pulangnya
dikeesokan hari mekanik dan pegawai toko bercerita dengan serunya acara, goyang
sana-goyang sini dengan perempuan-perempuan hoeboh yg sudah dikontrak Castrol
.
SEjenak sales, mekanik dan pegawai toko lupa, asik bergoyang
sepuasnya, minum sebebas-bebasnya membebaskan dari beban kehidupan yg
disponsori Castrol
.
Saya terkaget-kaget, apalagi karyawan toko nusa perempuan ikut hadir yg tadinya katanya
ada acara sumbang lagu, tapi ngak jadi karena tidak biasa dipegang sana sini
akhirnya batal ikut nyanyi walau ada hadiah 5 juta katanya.
Saya mah hanya diam, nih Castrol ngak salah sampai di awal
bulan ramadhon bukanya mengadakan tausiah atau nasihat tentang puasa, tapi
malah ngajak mekanik bergabung untuk berbuat dosa dengan miras dan joget .
Apalagi "maap " disediakan perempuan yg memang sudah diboking oleh castrol untuk di ajak goyang dan berikutnya anda tau sendiri kan, mau diapakan namanya sudah dibayar, tinggal mental mekanik mau lanjut atau tidak.
Acara Dugem itu seakan memberikan kepuasan dahaga untuk melepaskan syahwat menjelang bulan puasa, padahal tidak berbuat dan merusak persepsi orang tentang puasa, itu juga sudah bagus, kalau begini castrol sama saja menjerumuskan mekanik yg notabene orang-oeang sederhana, dengan penghasilan terbatas kedunia baru, yg bagi sebagian mungkin akan mencoba lagi walau tanpa sponsor.
Dugem identik dengan kalangan berpunya, bagaimana bisa mekanik dan termasuk sayapun yg hanya pengusaha kecil , yg hidupnya berkejaran dengan tagihan, kebutuhan untuk menikmati sesuatu diluar kemampuan, bisa-bisa anak terbengkalai lagi gara-gara jadi penghuni diskotek.
Kenyataanya juga seperti itu, banyak teman-teman yg selalu marah pada saat anaknya minta uang, istrinya minta uang lebih, bahkan selalu dibilang boros, padahal sang suami rela habis dalam semalam 1-2 juta hanya untuk dugem.
Bagi saya diskotek selalu menjadi kontraversi sampai saat
ini, suami mana yg senang lihat istrinya pulang dari diskotek, atau orang tua
yg mana yg rela anaknya pergi kediskotek, atau ada istri yg merasa bangga
melihat suaminya teller pulang dan jujur mengaku dari diskotek.
Lantas untuk apa kediskotek, untuk kesenangan, untuk
kepuasan, walau legal dimata pemerintah, tetap bagi saya yg tidak terlalu
saleh, tetap tidak ingin anak, istri atau adik saya pergi kediskotek.
Saya bukan pencinta kebebasan, bagi saya bangsa ini akan
semakin terpuruk pada saat suami, anak atau istri membiarkan anaknya bergoyang
dabn bermabuk ria didiskotek.
Lantas untuk siapa diskotek, tidak peduli bagi sebagian
orang itu biasa, bagi saya itu tetap tidak biasa, dan sungguh keanehan Castrol
yg masuk ke Indonesia melupakan budaya tradisi masuk ramadhon dengan budaya
Negara asal mereka.